Kutinggal Mahkotaku Di Tanah Suci

Zaman gondrong (Difotoin Endah Lismartini, teman kuliah yg baik hati)

Tiga hingga empat dasawarsa yang lalu, aku sebagai remaja yang sedang tumbuh dewasa, mengalami masa dimana biasa orang menyebutnya sebagai masa pencarian jati diri. Selain memiliki segudang rasa ingin tahu, aku memiliki satu obsesi yang entah dari mana datangnya. Sejak dari masa remaja itu, aku terobsesi untuk memiliki rambut gondrong dan ingin merasakan sensasinya.

Di benakku kala itu, “aku berniat gondrongin rambut, dan itu harus terwujud”.

* * *

Sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama hingga menengah atas, usaha menuju perwujudan itu mulai kucoba. Bermula dari satu dua kali lolos razia, untuk sementara waktu rambutku sempat beberapa kali menjadi yang terpanjang di sekolah. Lalu, setelah itu tertangkap oleh razia khusus yang dilakukan kepala sekolah, maka habislah rambutku dipotong dengan sadisnya. Baca Selengkapnya …

Menyala Garudaku… Jangan Kasih Peluang si Brengsek Redupkan Asa

Dukung dan doakan timnas masa depan Indonesia (Foto: Facebook Timnas Indonesia)

Tren positif sedang berpihak pada timnas sepakbola Indonesia. Dua kali kemenangan beruntun atas Vietnam mengubah banyak hal. Kemenangan 1 – 0 saat menjadi tuan rumah di Stadion Utama Bung Karno (SUGBK), dan menang telak 3 – 0 di My Dinh National Stadium, telah mengubah catatan sejarah, yaitu timnas merah putih mampu mengalahkan Vietnam di kandangnya, padahal 20 tahun terakhir tidak pernah menang kala bermain di Hanoi. Bukan hanya itu, posisi timnas di klasemen grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 pun makin kokoh sebagai runer up, sekaligus membuka kesempatan lolos ke putaran ketiga mendampingi Irak. Dan, satu lagi catatan penting yang diraih adalah rangking timnas Indonesia di peringkat FIFA pun mengalami perbaikan yang signifikan. Kini Indonesia berada di peringkat 134, dari sebelumnya 142. Tentu saja kita semua berharap timnas sepakbola Indonesia mampu menembus peringkat 100 dunia dengan raihan kemenangan demi kemenangan pada pertandingan berikutnya. Baca Selengkapnya …

‘Kepentingan’ Di Atas Segalanya vs Budi Pekerti

Film Budi Pekerti siap ditonton di layar Netflix

Film Budi Pekerti telah pamit dari layar bioskop nasional dengan penonton lebih dari 500 ribu orang. Film yang memiliki pesan edukasi ini berhasil menghantarkan dua pemerannya meraih piala citra, selain mendapatkan beberapa nominasi dan penghargaan bertaraf nasional dan internasioanl. Dan baru-baru ini film Budi Pekerti pun telah tayang di layar Netflix.

Bagi yang belum sempat menonton atau ingin mengulang adegan-adegan dari para pemain seperti  Sha Ine Febriyanti, Dwi Sasono, Angga Yunanda, Prilly Latuconsina, Omara Esteghlal, dan Ari Lesmana, netflix memberi kesempatan itu.

Sebagai penonton, sebelum menyaksikan sebuah film, biasanya kita memiliki ekspektasi tertentu. Apalagi bila sebuah film itu terlanjur ramai jadi pembicaraan publik. Aku membayangkan sebuah cerita jadul yang dikemas dengan rasa kekinian. Begitulah kira-kira bayanganku tentang film Budi Pekerti ini, terutama berdasar judulnya.

Lalu, saat mulai menonton, saat menikmati jalannya cerita yang ditampilkan, hingga usai menontonnya, sambil menarik nafas aku membatin, film ini digarap sangat cerdik sehingga alurnya terasa enak ditonton dan tidak menggurui. Baca Selengkapnya …

Menikmati Gadis Kretek: Menghisap, Membaca, atau Menonton

Cover novel Gadis Kretek yang menggodaku (dokpri)

Membaca novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala, sejatinya memunculkan cerita tersendiri pada diriku. Waktu itu aku melihat buku berisi novel ini di deretan rak fiksi di toko buku Gramedia, entah karena alasan apa, pertama melihat cover dan judulnya spontan aku menyukainya. Padahal aku tak pernah mendengar atau mengetahui tentang novel ini sebelumnya. Kuduga, alasanku karena aku penikmat kretek.

Enteng saja kuambil dan kubawa ke kasir si Gadis Kretek ini, lalu kubawa pulang. Sesampainya di rumah, mulai kubaca baris demi baris kalimat bercerita itu. Namun, belum selesai membacanya, aku tiba-tiba harus menjalankan tugas ke luar kota. Maka ikutlah tuh buku menyertai perjalananku. Hanya saja, karena kesibukan, aku baru sempat melanjutkan membaca saat perjalanan pulang. Di pesawat aku membacanya. Entah karena lelah atau apa, kantuk menyerangku, sehingga buku novel itu kuletakkkan di tempat menyimpan barang yang menempel di bangku depanku. Dan apesnya, aku terbangun saat pesawat sudah mendarat. Sialnya pula, aku kelupaan mengambil Gadis Kretek itu. Alhasil, karena rasa penasaran, aku mendatangi lagi toko buku Gramedia, membeli novel yang sama untuk kali kedua.

Baca Selengkapnya …

Pantai Pandawa Diayomi BUMDA dan BUMDes

Salah satu pesona Pantai Pandawa

Mengunjungi pantai Pandawa, ternyata tak sekadar menikmati pantai dan berfoto bersama patung-patung tokoh pewayangan Pandawa. Banyak kenikmatan yang dapat kita raup disana. Perpaduan keindahan air laut, pasir putih nan lembut, dan bentangan pantai dengan berbagai fasilitas bermain yang menjanjikan keseruan, serta tebing batu tinggi merupakan pesona yang sayang bila dilewatkan begitu saja selama di Pantai Pandawa.

Paralayang yang meliuk-liuk dari atas bukit berbatu, terbang menembus langit biru. Lalu, dibawahnya terpampang deburan ombak yang menggoyang kano dan perahu kecil. Tantangan adrenalin itu patut kita coba daya tarik dan sensasinya. Atau, tak kalah nikmatnya juga meski kita hanya duduk-duduk di pantai sambil menikmati sajian kuliner atau pijat tradisional yang tersedia. Apabila kita habiskan waktu seharian di pantai Pandawa, sore hari juga asyik dinikmati sambil mereguk udara pantai dan semburat warna senja.

Banyak orang yang terpesona dan telah menikmati keindahan pantai yang terletak di desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali ini. Oleh karenanya, disini penulis ingin mengajak untuk berkenalan dengan aktor yang ada di balik keindahan salah satu pantai favorit bagi wisatawan di Bali ini.

Hasil penelusuran dan penjelajahan ke ‘balik dapur’ Pantai Pandawa, diketahui bahwa tumbuh dan besarnya destinasi ini ternyata berada dibawah naungan BUMDA (Badan Usaha Milik Desa Adat) dan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang saling berkolaborasi untuk memberikan layanan terbaik pada wisatawan. Sinergi keduanya tak hanya berhenti pada pengelolaan wisata pantai dan sekitarnya, namun juga mengusung tekad untuk mensejahterakan warga masyarakat desa.

Baca Selengkapnya …

WARISAN CITA-CITA

 

Sore ini mas Klinying dan kawan-kawan sedang kongkow di warung ibunya mba Wati. Mas Klinying yang sedang menyeruput kopi hitam kental itu serius menyimak obrolan mas Basirin.

“Kita ini sebagai anak bangsa harus menerima warisan dari para leluhur bangsa, tidak bisa tidak. Itu telah digariskan. Suka tidak suka, warisan telah ditinggalkan, dan kita harus menerimanya!”

“Memangnya ada ya mas Bas, orang yang tidak suka menerima warisan?” Potong Pion menyela.

Mas Basirin menunjuk ke arah Pion sebelum bicara, “Ya kalau warisannya harta, pastinya semua orang suka menerimanya. Namun, ini warisannya berupa tanggung jawab, jadi ya sangat mungkin ada yang tidak suka!” seru mas Bas dengan nada nyinyir.

“Gitu ya, emangnya apa sih warisannya itu? Bukan warisan hutang yang dilakukan oleh negara / pemerintah kan ya?!” Pion penasaran.

“Nah ini, gawat ini kalau sampai ngaku sebagai generasi penerus tapi tidak tahu warisan yang telah dititipkan oleh para leluhur pendiri bangsa…” mas Bas diam menunggu reaksi Klinying, Pion, Saklun, dan Don yang ikutan kongkow sore ini.

Baca Selengkapnya …

MERAH PUTIH TERUSLAH BERKIBAR

Merah putih teruslah berkibar

Diujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini

….

(Cuplikan lirik lagu Bendera – Coklat)

bendera di pantai sichanang

Masih terekam dalam ingatan, momen yang terjadi pada event Asian Games 2018, saat peraih medali emas pencak silat Hanifan merangkul Jokowi dan Prabowo yang saat itu sedang menjadi rival politik dalam pilpres 2019. Hanifan saat itu mengenakan bendera dipunggungnya, sehingga sekilas tampak mereka bertiga berangkulan dalam naungan Sang Merah Putih. Semangat Hanifan, lalu dimaknai sebagai simbol pemersatu bangsa. Mengingat saat itu persaingan keduanya sedang sengit, bahkan tak sedikit pendukungnya yang saling berseteru.

Baca Selengkapnya …

WisataLiburan.id

wisata liburan

Situs wisataliburan.id menyajikan konten seputar info panduan wisata dan liburan terkini, dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan tak sedikit juga mengeksplor kearifan lokal yang mungkin belum banyak tersentuh.

Keindahan tanah air dengan segala kekayaannya adalah yang utama kami paparkan. Konten disajikan dalam bentuk video dan artikel pendek, dimaksudkan agar pembaca dapat lebih menikmati atmostfir yang tersaji.

ANTARA BRAYUT HINGGA KARANGREJO

tari Brayut sochanang

Desa wisata disebut sebagai salah satu yang menghidupi dunia pariwisata Indonesia. Itu tak terbantahkan. Aku telah membuktikan dengan melihatnya sendiri. Ditambah lagi, setelah berinteraksi langsung dengan para pelaku pariwisata yang membesarkan desa wisata di daerahnya masing-masing, ternyata pariwisata juga menghidupi tungku-tungku yang tersebar di pelosok tanah air.

Baca Selengkapnya …